Jumat, 17 April 2015

Cerita haru si penarik becak yang sekolahkan 300 anak miskin


Merdeka.com - Nama Bai Fang Li masih harum hingga saat ini di negeri Tianjin, China. Dia adalah si penarik becak yang dikenal mempunyai hati emas. Cerita kebaikan Fang Li tersohor meski itu telah terjadi 1987 silam.

Semula Bai adalah pensiunan yang sengaja pulang ke kampungnya. Suatu kali dia melihat banyak anak-anak miskin yang bekerja di ladang dan sawah. 

"Dia bertanya kenapa banyak anak-anak tidak sekolah. Lalu saya katakan bahwa mereka terlalu miskin untuk membayar uang sekolah. ayah lalu khawatir dan menyumbangkan 5000 yuan untuk sekolah di kampung halaman kami," kata anak Bai, Bai Jin Feng dikutip china.org, Jumat (16/4).

Bai masih merasa tidak cukup untuk membantu anak-anak itu sampai akhirnya dia memutuskan menjadi penarik becak di umurnya yang sudah 74 tahun. 

Anak-anaknya mengingatkan agar Bai tidak menarik becak apalagi pendengarannya sudah berkurang, nasehat anaknya Bai acuhkan. 

Selama mungkin Bai mangkal di pinggir rel untuk menanti penumpangnya. "Dia selalu berangkat subuh dan pulang saat sudah gelap lagi. Dia mengumpulkan 20 sampai 30 yuan perhari. Saat pulang ke rumah dia simpan uang itu baik-baik," tandas anak Bai lagi. 

Kemudian, untuk memperbesar usahanya, memenuhi kebutuhan anak asuhnya, Bai pindah ke rumah yang hanya mempunyai satu ruang. Rumah tersebut berada di pinggir rel yang memungkinkan dia melayani penumpang selama 24 jam. Kesungguhannya makin besar, dia hanya makan makanan seadanya dan memakai baju bekas yang dia temukan. 

"Dia tidak pernah lupa untuk memberi uang ke sekolah bahkan mengomeli kami agar benar-benar menyampaikan uangnya ke sekolah. Setiap dia memberikan uang itu dia merasa senang dan dia katakan kalau dia menuntaskan misinya lagi," kata Xu Xiu Xiang, pekerja di yayasan pendukung pendidikan. 

Suatu hari, di umurnya yang hampir 90 tahun, dengan badannya yang kian ringkih, Bai datang ke sekolah Tianjin Yao Hua untuk menyerahkan sekotak uang terakhir yang bisa dia kumpulkan. 

"Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan," ucap dia sedih

"Saya harap anak-anak bisa terus sekolah yang rajin dan bisa dapatkan pekerjaan lalu berkontribusi kepada negara kita" pesan Bai.

Pesan Bai ini pun disambut tangisan histeris anak-anak asuh Bai. Di tahun 2005, Bai benar-benar meninggalkan 300 anak asuh yang dia biayai selama dua dekade. Bai didiagnosa menderita kanker paru-paru. Sampai akhir hidupnya Bai terhitung telah menyumbangkan 350 ribu Yuan atau sekitar Rp500 juta.

Untuk menghargai jasa Bai, warga sekitar Tian Jin membangun monumen Bai. Bai bagai orang Tian Jian adalah pahlawan mereka yang tidak bisa tergantikan.

http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-haru-si-penarik-becak-yang-sekolahkan-300-anak-miskin.html

Selasa, 07 April 2015

Penalaran

Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Disinilah letak penalaran.
Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk mencapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi .

Proposisi dan Term

Terlebih dahulu harus diketahui apa yang dimaksud term dalam penalaran. Term adalah kata atau kelompok kata yang dapat dijadikan subjek atau predikat dalam sebuah kalimat.

Contoh :  Semua tebu manis.
                Semua tebu adalah term.

                Manis adalah trem.

Term dan proposisi mempunyai hubungan yang erat. Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat diantara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat.

Suatu proposisi mempunyai subjek dan predikat. Dengan demikian, proposisi pasti berbentuk kalimat, tetapi tidak setiap kalimat dapat digolongkan ke dalam proposisi. Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi.

Jenis - Jenis Proposisi

Proposisi dapat dipandang dari 4 kriteria, yaitu :
  • Berdasarkan bentuknya
  • Berdaarkan sifatnya
  • Berdasarkan kualitasnya
  • Berdasarkan kuantitasnya

Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Simpulan yang diperoleh tidak mungkin lebih umum daripada proposisi tempat menarik simpulan itu. Proposisi tempat menarik simpulan itu disebut premis
Penarikan simpulan (konklusi) secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan dapat pula dilakukan secara tidak langsung . 

Menarik Simpulan secara Langsung

Simpulan (konklusi) secara langsung ditarik dari satu premis. Sebaliknya, konklusi yang ditarik dari dua premis disebut simpulan tak langsung,  Misalnya :
  • Semua S adalah P (premis)
  • Sebagian P adalah S (simpulan)
Contoh : 
  • Semua ikan berdarah dingin (premis)
  • Sebagian yang berdarah dingin adalah ikan (simpulan)


Menarik Simpulan secara Tidak Langsung

Penalaran deduksi yang berupa penarikan simpulan secara tidak langsung memerlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis ini akan dihasilkan sebuah simpulan. Simpulan pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis kedua adalah premis yang bersifat khusus .

Pernalaran Induktif

Pernalara Induktif adalah penalara yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus daripada pernyataan (premis).

Inferensi dan Implikasi

Inferensi ( infere) : menarik kesimpulan .
Proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui

Implikasi ( implicare) : melibat / merangkum .
Rangkuman, sesuatu yang dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta / evidensi itu sendiri .

Evidensi

Semua fakta yang ada, dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena.

Wujud evidensi 
Evidensi berbentuk data & informasi (keterangan yang diperoleh dari sumber tertentu)

Cara Menguji Data

Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi.

Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian data :
1. Observasi : Mengamati secara langsung objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan
objek tersebut.
2. Kesaksian
3. Autoritas

Daftar pustaka : Cermat Berbahasa Indonesia, E.Zainal Arifin, S.Amran Tasai,AKADEMIKA
PRESSINDO,JAKARTA,2000