Selasa, 07 April 2015

Penalaran

Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Disinilah letak penalaran.
Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk mencapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi .

Proposisi dan Term

Terlebih dahulu harus diketahui apa yang dimaksud term dalam penalaran. Term adalah kata atau kelompok kata yang dapat dijadikan subjek atau predikat dalam sebuah kalimat.

Contoh :  Semua tebu manis.
                Semua tebu adalah term.

                Manis adalah trem.

Term dan proposisi mempunyai hubungan yang erat. Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat diantara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat.

Suatu proposisi mempunyai subjek dan predikat. Dengan demikian, proposisi pasti berbentuk kalimat, tetapi tidak setiap kalimat dapat digolongkan ke dalam proposisi. Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi.

Jenis - Jenis Proposisi

Proposisi dapat dipandang dari 4 kriteria, yaitu :
  • Berdasarkan bentuknya
  • Berdaarkan sifatnya
  • Berdasarkan kualitasnya
  • Berdasarkan kuantitasnya

Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Simpulan yang diperoleh tidak mungkin lebih umum daripada proposisi tempat menarik simpulan itu. Proposisi tempat menarik simpulan itu disebut premis
Penarikan simpulan (konklusi) secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan dapat pula dilakukan secara tidak langsung . 

Menarik Simpulan secara Langsung

Simpulan (konklusi) secara langsung ditarik dari satu premis. Sebaliknya, konklusi yang ditarik dari dua premis disebut simpulan tak langsung,  Misalnya :
  • Semua S adalah P (premis)
  • Sebagian P adalah S (simpulan)
Contoh : 
  • Semua ikan berdarah dingin (premis)
  • Sebagian yang berdarah dingin adalah ikan (simpulan)


Menarik Simpulan secara Tidak Langsung

Penalaran deduksi yang berupa penarikan simpulan secara tidak langsung memerlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis ini akan dihasilkan sebuah simpulan. Simpulan pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis kedua adalah premis yang bersifat khusus .

Pernalaran Induktif

Pernalara Induktif adalah penalara yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus daripada pernyataan (premis).

Inferensi dan Implikasi

Inferensi ( infere) : menarik kesimpulan .
Proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui

Implikasi ( implicare) : melibat / merangkum .
Rangkuman, sesuatu yang dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta / evidensi itu sendiri .

Evidensi

Semua fakta yang ada, dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena.

Wujud evidensi 
Evidensi berbentuk data & informasi (keterangan yang diperoleh dari sumber tertentu)

Cara Menguji Data

Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi.

Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian data :
1. Observasi : Mengamati secara langsung objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan
objek tersebut.
2. Kesaksian
3. Autoritas

Daftar pustaka : Cermat Berbahasa Indonesia, E.Zainal Arifin, S.Amran Tasai,AKADEMIKA
PRESSINDO,JAKARTA,2000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar